Saat ini, berbagai perusahaan berlomba-lomba untuk
meningkatkan target penjualan agar memberikan keuntungan lebih, dengan ini mereka membuat promosi
gencar-gencaran dari media cetak, baligo, spanduk sampai media televisi. Ini
dilakukan agar semakin banyak orang yang melihat maka semakin banyak pula
peluang orang minat pada produk itu.
Di zaman yang penuh persaingan ini. Kemudian masyarakat
sibuk dengan urusan dunianya, hingga akhirnya mereka terkadang lupa untuk
membuka kembali Al-Quran dan Hadist. Hal itu berdampak pada perilaku yang tak
terkendali pada masyarakat itu sendiri, seperti maraknya Seks bebas, Miras,
Narkoba, Etika tidak Sopan, Budi pekerti yang terkikis dsb.
Hal tersebut didasari oleh apa yang mereka Lihat dan apa yang mereka Dengar, semakin banyak mereka
melihat keburukan maka semakin besar peluang untuk berbuat keburukan. Saat ini
banyak sekali tontonan di Televisi yang tidak mencerminkan kepada kebaikan yang
menjadi konsumsi sehari-hari, itu akhirnya menjadi tuntunan untuk masyarkat.
Tak adakah dibenak mereka membuat iklan dengan pakaian muslim ?, dari mulai Pembawa acara di berita sampai iklan dan film, hampir semua aspek tontonan tidak mencerminkan budaya islam, seperti kerudung. Sedikit demi sedikit Negara ini seperti Negara Kapitalisme Liberalisasi. Negara yang penduduk muslim terbanyak tak satupun model wanita iklan di telivisi yang memakai kerudung. Sungguh Ironi.
